Tinjauan & Analisa Kinerja Keuangan Per Segmen
Industri KimiaPerusahaan Induk
PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (UIC)
UIC memiliki tiga unit produksi Alkylbenzene (AB) dengan kapasitas produksi sebesar 270.000 MT per tahun. AB merupakan zat aktif dalam detergen yang merupakan bahan dasar Surfaktan yang berfungsi melepaskan kotoran yang menempel pada permukaan bahan.
Proses Produksi: Normal Paraffin yang telah diolah menjadi Olefin direaksikan dengan Benzene dengan bantuan Asam HF sebagai katalis.
Harga minyak mentah dunia sepanjang tahun 2025 lebih rendah dibandingkan tahun 2024. Meskipun sempat berada pada level relatif kuat di awal tahun, harga minyak mentah melemah secara bertahap sejak kuartal kedua hingga akhir tahun.
Sejalan dengan pergerakan tren harga minyak mentah, rata-rata harga jual produk Perseroan di tahun 2025 lebih rendah dibandingkan harga jual rata-rata tahun 2024. Meskipun demikian, kenaikan volume penjualan yang didorong oleh naiknya permintaan pasar terhadap produk Perseroan dapat mengkompensasi bahkan Perseroan mencatat nilai penjualan lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Walaupun pandemi Covid-19 telah berakhir, hal ini berdampak pada permintaan pasar akan produk pembersih industri dan rumah tangga lebih tinggi dibandingkan pada tahun sebelumnya karena meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebersihan. Hal ini berdampak terhadap kinerja Perseroan, di mana produk barang jadi Perseroan merupakan bahan baku pembuatan produk detergen.
Nilai penjualan tahun 2025 meningkat 13,09% dari yang tercatat sebesar USD 262,08 juta pada tahun 2024 menjadi sebesar USD 296,38 juta pada tahun 2025. Kenaikan nilai penjualan ini terutama merupakan dampak dari kenaikan volume penjualan.
Pada tahun 2025, Perseroan mencatat margin laba kotor sebesar 16,99% lebih besar daripada margin laba kotor tahun 2024 yakni sebesar 12,21%. Sehingga pada tahun 2025, Perseroan membukukan kenaikan laba bruto sebesar 57,36% dari yang tercatat sebesar USD 32,00 juta pada tahun 2024 menjadi sebesar USD 50,35 juta pada tahun 2025.
Total beban operasi pada tahun 2025 menurun sebesar 5,06% dibandingkan tahun 2024, dari yang semula tercatat sebesar USD 12,06 juta menjadi USD 11,45 juta. Sepanjang tahun 2024, Rupiah melemah terhadap Dolar AS yang dibuka pada IDR 15.416 di awal tahun dan ditutup pada IDR 16.162 pada akhir tahun 2024, sepanjang tahun 2025 Rupiah kembali mengalami pelemahan sebesar 3,84% dan ditutup pada IDR 16.782 pada akhir tahun 2025. Pelemahan mata uang Rupiah ini, mengakibatkan Perseroan menderita rugi kurs operasi atas aset moneter neto dalam mata uang Rupiah sebesar USD 1,02 juta pada tahun 2025 dan pada tahun 2024 sebesar USD 1,17 juta.
Pada tahun 2025, Perseroan mencatat laba usaha sebesar USD 38,90 juta, meningkat sebesar 95,13% dibandingkan laba usaha tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 19,94 juta. Laba sebelum pajak penghasilan meningkat sebesar 82,71% dari yang tercatat sebesar USD 24,98 juta di tahun 2024 menjadi USD 45,64 juta di tahun 2025.
Beban pajak penghasilan meningkat 99,25% dari yang tercatat sebesar USD 4,41 juta di tahun 2024 menjadi sebesar USD 8,78 juta pada tahun 2025, seiring dengan meningkatnya laba sebelum pajak. Dengan demikian, laba tahun berjalan pada tahun 2025 tercatat sebesar USD 36,86 juta, meningkat 79,17% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 20,57 juta.
Entitas Anak
PT Petrocentral (Petrocentral)
Perseroan memiliki 77,75% kepemilikan saham di Petrocentral.
Petrocentral adalah entitas anak Perseroan yang beroperasi di Gresik, Jawa Timur dan merupakan produsen tunggal Phosphoric Acid Food Grade (PAFG) dan Sodium Tripolyphosphate (STPP) di Indonesia dengan kapasitas produksi terpasang sebesar 40.000 MT per tahun. PAFG terutama digunakan sebagai degumming dalam proses pemurnian minyak kelapa sawit, sementara STPP digunakan sebagai salah satu bahan baku dalam detergen yang berfungsi sebagai “water softener”, sehingga dapat meningkatkan daya bersih detergen.
Nilai penjualan mengalami kenaikan sebesar 32,08% yaitu dari USD 12,52 juta pada tahun 2024 menjadi sebesar USD 16,54 juta pada tahun 2025, yang terutama ditopang oleh peningkatan volume penjualan PAFG.
Meningkatnya jumlah produksi di tahun 2025 menekan biaya produksi per unit sehingga meskipun harga jual bersaing ketat dengan produk impor, Petrocentral berhasil mencatat laba bruto sebesar USD 1,08 juta dan laba usaha tercatat sebesar USD 0,26 juta pada tahun 2025. Sedangkan pada tahun 2024 laba bruto dan laba usaha masing- masing tercatat sebesar USD 1,09 juta dan USD 0,42 juta.
Dalam menjalankan usahanya, Petrocentral memperoleh pendanaan dari bank dan pemegang saham. Beban keuangan Petrocentral terutama merupakan beban biaya atas pendanaan tersebut.
Petrocentral mencatat laba sebelum pajak sebesar USD 10.546 dan laba bersih sebesar USD 12.567 pada tahun 2025. Sementara pada tahun 2024, Petrocentral mencatat rugi sebelum pajak sebesar USD 5.517 dan laba bersih sebesar USD 2.984.
Petrocentral terus berupaya meningkatkan efisiensi, negosiasi harga dan volume baik dengan pemasok bahan baku dan pelanggan. Operasional Petrocentral sangat bergantung kepada pemasok asam fosfat tunggal yaitu PT Petrokimia Gresik. Petrocentral menghadapi persaingan harga dengan produk PAFG dan STPP impor terutama dari China. Pasar domestik PAFG dan STPP memberikan peluang usaha yang sangat baik untuk Petrocentral, yang mana selama ini dipenuhi 100% dari impor.
Petrocentral telah memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015 untuk sistem manajemen kualitas (Quality Management System) dari Standard Assurance and Innovation (SAI) Global Limited sejak tahun 2004. Selain itu Petrocentral juga memiliki sertifikasi ISO 22000:2019 untuk sistem manajemen keamanan pangan yang dikeluarkan oleh Standard Assurance and Innovation (SAI) Global Limited sejak tahun 2016.
U.I.C Vietnam Co., Ltd. (UICV)
Perseroan memiliki 100% kepemilikan saham di UICV.
UICV memiliki pabrik yang berlokasi di Dong Nai, Vietnam dan bergerak dalam produksi dan distribusi Linear Aklylbenzene Sulphonic Acid (LABSA), Sodium Lauryl Ether Sulphate (SLES), dan Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dengan total kapasitas produksi terpasang sebesar 47.500 MT per tahun, setelah adanya peningkatan kapasitas produksi terpasang sebesar 14.500 MT per tahun pada tahun 2025.
LABSA adalah komponen pembersih utama dalam detergen. Sedangkan SLES adalah surfaktan yang biasa digunakan di produk-produk kosmetik karena memiliki sifat pembersih dan pengemulsi. SLES efektif sebagai unsur penghasil busa.
Komitmen UICV untuk tetap memuaskan pelanggan dengan kualitas produk yang tinggi tercermin dengan dipertahankannya sertifikasi ISO 9001:2015.
Pada tahun 2025, volume produksi dan penjualan UICV masing-masing meningkat sebesar 79,91% dan 76,19% dibandingkan tahun 2024. Nilai penjualan tahun 2025 tercatat sebesar USD 45,32 juta meningkat 93,79% dibandingkan nilai penjualan tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 23,39 juta.
Margin laba bruto meningkat dari yang tercatat 6,13% pada tahun 2024 menjadi 6,21% pada tahun 2025. Laba bruto pada tahun 2025 tercatat sebesar USD 2,81 juta, meningkat 96,27% dibandingkan dengan laba bruto tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 1,43 juta. Dengan demikian, UICV mencatat laba bersih tahun 2025 sebesar USD 1,06 juta, meningkat 521,46% dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 0,17 juta.
Universal Interchemical Corp. Pte., Ltd. (UICPL)
Perseroan memiliki 100% kepemilikan saham di UICPL.
UICPL merupakan entitas anak di Singapura dan terdaftar dengan nomor usaha 199100093N. UICPL adalah holding company yang memiliki 100% kepemilikan saham di AWAL, entitas anak di Australia yang bergerak di industri Surfactant dan bisnis perdagangan Phosphate serta bahan kimia lainnya. Sejak Juni 2020, UICPL sudah tidak lagi melakukan aktivitas bisnis perdagangan.
Pada tahun 2025, secara metode biaya, UICPL mencatat laba bersih sebesar USD 938 ribu sedangkan pada tahun 2024 sebesar USD 848 ribu. Laba bersih ini terutama merupakan pendapatan dividen dari Albright & Wilson (Australia) Pty Ltd.
Albright & Wilson (Australia) Limited (AWAL)
AWAL merupakan produsen Surfactant, bahan baku detergen dan bahan pembantu untuk beton dan eternit. Produk yang dihasilkan AWAL biasanya digunakan dalam industri kosmetik, kertas, shampo, pertambangan dan pengolahan mineral, obat-obatan, pupuk serta pengelolaan gedung dan air.
AWAL merupakan pemilik 100% saham Albright & Wilson New Zealand (AWNZ), sebuah perusahaan dagang yang menyediakan fasilitas pemasaran dan gudang untuk produk-produk AWAL di Selandia Baru. Lokasi pabrik AWAL berada di Wetherill Park-New South Wales dan telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015. Fasilitas penjualan, pemasaran dan gudang berlokasi di Brisbane, Melbourne, Perth dan Sydney. AWAL juga melakukan aktivitas penjualan dan pemasaran produk Phosphate dan bahan kimia lainnya.
Nilai penjualan AWAL tahun 2025 tercatat sebesar USD 77,56 juta, meningkat 8,95% dibandingkan nilai penjualan tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 71,19 juta. Laba bruto AWAL pada tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 8,91%, dari USD 10,45 juta pada tahun 2024 menjadi USD 9,52 juta. Margin laba bruto tahun 2025 adalah sebesar 12,27% sedangkan margin laba bruto tahun 2024 sebesar 14,68%.
Laba sebelum pajak menurun sebesar 40,38% dari yang tercatat sebesar USD 4,31 juta pada tahun 2024 menjadi tercatat sebesar USD 2,57 juta pada tahun 2025. Dengan demikian, laba bersih AWAL pada tahun 2025 tercatat sebesar USD 1,79 juta, menurun 40,51% dibandingkan dengan laba bersih yang tercatat pada tahun 2024 yaitu sebesar USD 3,01 juta.
Industri Properti
Selain bergerak di bidang industri kimia, Perseroan juga mengembangkan usahanya di industri properti. Entitas anak yang menanganinya adalah sebagai berikut:
PT Unggul Indah Investama (UII)
Perseroan memiliki 99,99% kepemilikan saham di UII.
UII adalah holding company yang didirikan pada tahun 1996 berkaitan dengan rencana partisipasi Perseroan dalam PT Wiranusa Grahatama (WG), sebuah perusahaan patungan untuk membangun gedung perkantoran dan apartemen. Seluruh saham UII, minus 1 (satu) saham, dimiliki oleh Perseroan. Sejak tahun 2005, UII menjadi Pemegang Saham utama di WG dengan kepemilikan saham sebesar 55%.
UII tidak melakukan aktifitas usaha pada tahun 2025 dan 2024.
PT Wiranusa Grahatama (WG)
55% kepemilikan saham WG dimiliki oleh UII.
WG merupakan entitas anak yang mengembangkan proyek pembangunan kompleks apartemen dan perkantoran di lokasi seluas 3,2 hektar yang terletak di pusat bisnis Jakarta, Jl. Jenderal. Gatot Subroto. Kompleks Apartemen yang telah terbangun adalah Pearl Garden Resort Apartment yang memiliki 235 unit apartemen dan dibangun di atas tanah seluas 1,7 hektar dengan konsep low-rise apartment bernuansa resor. WG memiliki sisa tanah 1,4 hektar yang akan dibangun kompleks perkantoran dan hunian dengan konsep high-rise building.
WG merencanakan untuk melanjutkan pengembangan proyek pembangunan kompleks perkantoran dan hunian di sisa lahan yang tersedia. Pada tahun 2025, WG membukukan beban operasi sebesar IDR 11,63 miliar, mengalami penurunan sebesar 22,89% dibandingkan dengan beban operasi tahun 2024 yang tercatat sebesar IDR 15,08 miliar. Beban opersional tersebut terutama dari beban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas properti yang dimiliki WG.
Dengan demikian rugi sebelum pajak pada tahun 2025 tercatat sebesar IDR 6,07 miliar, mengalami penurunan sebesar 32,92% dari rugi sebelum pajak tahun 2024 sebesar IDR 9,05 miliar. Rugi bersih untuk tahun 2025 adalah sebesar IDR 6,10 miliar menurun 32,35% dibandingkan rugi bersih tahun 2024 yang tercatat sebesar IDR 9,02 miliar.
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
Pada tahun 2025, harga minyak mentah dunia tercatat lebih rendah dibandingkan tahun 2024. Meskipun sempat berada pada level relatif kuat di awal tahun, harga minyak mentah melemah secara bertahap sejak kuartal kedua hingga akhir tahun.
Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2025 diprakirakan masih berada dalam tren melambat dengan tingkat pertumbuhan sekitar 3,3%, relatif stabil dibandingkan dengan tahun 2024. Ketegangan geopolitik global yang masih tinggi, antara lain akibat konflik Rusia-Ukraina di Eropa yang belum selesai serta meningkatnya tensi di Timur Tengah yang semakin memanas, ditambah perang dagang yang dilancarkan oleh Amerika Serikat, kembali meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan global dan memperpanjang gangguan rantai pasok dunia.
Di tengah kondisi ini, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan kinerja yang baik dan ketahanan yang kuat. Perekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,11% yang didukung oleh permintaan domestik yang kuat serta investasi yang tetap terjaga.
Di tahun 2025, permintaan pasar akan produk pembersih industri dan rumah tangga meningkat dibandingkan dengan tahun 2024. Hal ini memberikan dampak positif terhadap kinerja Perseroan dan entitas anak yang memproduksi bahan baku pembuatan produk pembersih.
Pada tahun 2025, harga jual rata-rata produk dan harga bahan baku Perseroan dan entitas anak mengalami penurunan seiring penurunan harga minyak mentah dunia. Walaupun begitu, nilai pendapatan konsolidasian Perusahaan masih mengalami peningkatan, seiring dengan kenaikan volume penjualan.
Pada tahun 2025, Perseroan membukukan nilai pendapatan konsolidasian sebesar USD 400,56 juta, meningkat 16,21% atau USD 55,88 juta dibandingkan nilai pendapatan konsolidasian tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 344,68 juta. Laba bruto tahun 2025 tercatat sebesar USD 63,20 juta, meningkat sebesar 41,77% dibandingkan yang tercatat pada tahun 2024 sebesar USD 44,58 juta. Pada akhir tahun 2025, Perseroan mencatat margin laba bruto sebesar 15,78%, sedangkan margin laba bruto pada tahun 2024 yang tercatat sebesar 12,93%.
Sejalan dengan kenaikan laba bruto tersebut di atas, laba usaha Perseroan tahun 2025 meningkat sebesar 77,51% dari USD 23,70 juta pada tahun 2024 menjadi USD 42,06 juta. Perseroan memperoleh pendapatan bunga bersih sebesar USD 4,43 juta pada tahun 2025 dan USD 3,23 juta pada tahun 2024. Laba sebelum pajak pada tahun 2025 tercatat sebesar USD 46,51 juta meningkat 78,58% dari sebelumnya yang tercatat pada tahun 2024 sebesar USD 26,05 juta. Pada tahun 2025, Perseroan mencatat beban pajak penghasilan sebesar USD 9,70 juta, meningkat 75,17% dibandingkan beban pajak penghasilan tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 5,54 juta.
Dengan demikian pada tahun 2025, Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 36,98 juta, mengalami kenaikan sebesar 78,13% dibandingkan dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 20,76 juta.
Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non pengendali mengalami penurunan sebesar 31,61% dari sebelumnya yang tercatat pada tahun 2024 sebesar rugi USD 0,26 juta menjadi rugi USD 0,17 juta pada tahun 2025.
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan terutama merupakan selisih atas nilai tukar akhir tahun 2024 dan 2025 yang digunakan untuk menjabarkan laporan keuangan entitas anak Perseroan yang mata uang operasionalnya tidak dalam mata uang dolar Amerika Serikat.
Pada tahun 2025, Perseroan mencatat total penghasilan komprehensif tahun berjalan sebesar USD 37,77 juta, meningkat sebesar USD 20,91 juta atau 124,05% dibandingkan total penghasilan komprehensif tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 16,86 juta.
EBITDA (Pendapatan sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi) konsolidasian untuk tahun 2025 adalah USD 44,70 juta, sedangkan EBITDA konsolidasian untuk tahun 2024 adalah USD 26,38 juta, mengalami kenaikan sebesar 69,44%.
Fasilitas kredit yang diberikan oleh bank kreditur mensyaratkan Perseroan untuk mempertahankan rasio keuangan EBITDA terhadap beban bunga neto minimum 2:1 dan rasio perbandingan liabilitas berbunga setelah dikurangi kas dan setara kas terhadap jumlah ekuitas maksimum 2,5:1.
Pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan telah memenuhi rasio-rasio keuangan yang dipersyaratkan oleh bank-bank kreditur.
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Aset
Nilai persediaan mengalami penurunan sejalan dengan meningkatnya volume penjualan dan penurunan harga bahan baku pada kuartal akhir tahun 2025 dibandingkan kuartal akhir tahun 2024.Aset lancar konsolidasian per 31 Desember 2025 tercatat sebesar USD 302,49 juta, meningkat sebesar 7,24% dibandingkan dengan aset lancar konsolidasian per 31 Desember 2024 yang tercatat sebesar USD 282,07 juta. Peningkatan terutama pada kas dan setara kas. Sebagian besar aset lancar Perseroan adalah kas dan setara kas, persediaan dan piutang usaha, yang totalnya mencerminkan 99,01% dan 97,82% terhadap total aset lancar, masingmasing untuk tahun 2025 dan 2024. Sedangkan aset tidak lancar dengan komponen utama aset tetap dan properti investasi pada tahun 2025 tercatat sebesar USD 64,45 juta, meningkat sebesar 8,54% dibanding tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 59,38 juta.
Total aset konsolidasian Perseroan pada 31 Desember 2025 tercatat sebesar USD 366,95 juta mengalami peningkatan sebesar 7,47% dibandingkan dengan total asset konsolidasian Perseroan pada 31 Desember 2024 yang tercatat sebesar USD 341,45 juta.
Liabilitas
Total liabilitas jangka pendek pada tahun 2025 tercatat sebesar USD 39,91 juta, mengalami kenaikan sebesar 8,70% dibandingkan dengan total liabilitas jangka pendek pada tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 36,71 juta.Total liabilitas jangka panjang pada tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 5,39% dari yang sebelumnya pada tahun 2024 tercatat sebesar USD 4,36 juta, menjadi sebesar USD 4,13 juta pada tahun 2025. Penurunan ini terutama dari pengurangan liabilitas imbalan kerja.
Dengan demikian, total liabilitas konsolidasian Perseroan pada 31 Desember 2025 tercatat sebesar USD 44,04 juta, meningkat sebesar 7,21% dibandingkan dengan total liabilitas pada 31 Desember 2024 yang tercatat sebesar USD 41,08 juta.
Ekuitas
Saldo laba tahun 2025, setelah memperhitungkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 36,98 juta, dividen tunai sebesar USD 15,40 juta dan laba pengukuran kembali program imbalan pasti sebesar USD 0,41 juta, tercatat sebesar USD 245,79 juta, mengalami peningkatan sebesar USD 21,98 juta atau 9,82% dibandingkan saldo laba tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 223,81 juta.Dividen tunai yang dibagikan kepada pemegang saham pada tahun 2025 merupakan dividen final tahun buku 2024 dan dividen interim tahun buku 2025 masing-masing sebesar USD 10,39 juta dan USD 5,01 juta (setara IDR 171,73 miliar atau IDR 448 per saham dan IDR 82,42 miliar atau IDR 215 per saham) yang dibagikan kepada Pemegang Saham pada tanggal 12 Juni 2025 dan 21 Oktober 2025.
Kepentingan non-pengendali tahun 2025 tercatat sebesar USD 10,89 juta, mengalami kenaikan sebesar 0,51% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 10,83 juta. Penurunan ini terutama disebabkan melemahnya mata uang Rupiah sehingga pencatatan nilai aset bersih WG ke dalam laporan posisi keuangan konsolidasian Perseroan mengalami penurunan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat. Dengan demikian, total ekuitas pada 31 Desember 2025 tercatat sebesar USD 322,91 juta, mengalami peningkatan sebesar 7,50% dari USD 300,37 juta pada 31 Desember 2024.
Laporan Arus Kas Konsolidasian
a. Arus kas dari aktivitas operasi
Pada tahun 2025, kas neto yang diperoleh dari operasi mengalami kenaikan sebesar USD 37,85 juta dari tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 42,55 juta menjadi USD 80,40 juta. Peningkatan kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi terutama karena meningkatnya kas yang diperoleh dari operasi terutama atas kenaikan penerimaan dari pelanggan.b. Arus kas dari aktivitas investasi
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi pada tahun 2025 tercatat sebesar USD 6,27 juta, mengalami kenaikan sebesar USD 2,78 juta dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 3,50 juta. Penggunaan dana untuk aktivitas investasi terutama untuk membiayai penambahan aset tetap.c. Arus kas dari Aktivitas Pendanaan
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada tahun 2025 tercatat sebesar USD 15,91 juta, sedangkan pada tahun 2024 tercatat sebesar USD 8,78 juta, naik 81,14%. Kenaikan aktivitas kas neto yang digunakan untuk pendanaan karena meningkatnya pembayaran dividen.KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG
Perseroan menerima fasilitas kredit dari beberapa bank kreditur guna mendukung kebutuhan modal kerja. Bank kreditur menetapkan beberapa rasio keuangan yang harus dipertahankan oleh Perseroan dan entitas anak penerima pinjaman. Pada akhir tahun 2025 dan 2024, Perseroan memenuhi seluruh rasio yang dipersyaratkan. Seluruh bank kreditur memperpanjang fasilitas kredit yang jatuh tempo.
TINGKAT KOLEKTIBILITAS PIUTANG
Berdasarkan hasil penelaahan pada akhir tahun 2025, manajemen berkeyakinan bahwa total penyisihan penurunan nilai piutang sebesar USD 6 ribu pada akhir tahun 2025 cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari tidak tertagihnya piutang usaha. Tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas piutang lain-lain, oleh karena itu, tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai piutang lain-lain.
STRUKTUR PERMODALANRincian pemegang saham dan kepemilikan saham masing-masing pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 berdasarkan pencatatan yang dilakukan oleh Biro Administrasi Efek Perseroan adalah sebagai berikut:
PENGELOLAAN MODAL
Tujuan utama pengelolaan modal Perseroan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi Pemegang Saham. Selain itu, Perseroan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk menyisihkan sebagian laba bersih setiap tahun untuk cadangan wajib yang hanya digunakan untuk menutup kerugian. Cadangan wajib dilakukan sampai cadangan mencapai paling sedikit 20% dari modal saham ditempatkan dan disetor penuh. Persyaratan permodalan tersebut dipertimbangkan oleh Perseroan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan.Perseroan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian terhadap perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perseroan dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada Pemegang Saham, menerbitkan saham baru atau mengusahakan pendanaan melalui pinjaman.
Kebijakan Perseroan adalah mempertahankan rasio modal kerja, struktur permodalan yang sehat untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.
IKATAN MATERIAL
Tidak ada ikatan material selain yang telah diungkapkan dalam catatan 34 atas laporan keuangan konsolidasian, "Perjanjian-perjanjian Signifikan".
INVESTASI BARANG MODAL
Investasi barang modal yang direalisasikan dalam tahun 2025 adalah sebesar USD 6,12 juta mengalami peningkatan dibandingkan dengan investasi barang modal pada tahun 2024 yang mencapai USD 3,24 juta. Investasi barang modal pada tahun 2025 terutama digunakan untuk penambahan mesin dan peralatan.
INFORMASI DAN FAKTA MATERIAL SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN
Berikut adalah informasi dan fakta material yang terjadi antara akhir periode pelaporan dan tanggal penerbitan laporan keuangan :
Setelah tanggal pelaporan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat menyusul terjadinya tindakan militer di kawasan tersebut pada akhir Februari 2026. Perkembangan ini menyebabkan meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan volatilitas di pasar keuangan dan energi global.
Perseroan menilai potensi dampak terhadap operasi, posisi keuangan, dan kinerja Perseroan yang dapat timbul melalui beberapa faktor, termasuk:- volatilitas harga bahan baku, bahan pembantu dan energi global
- gangguan pada rantai pasokan dan logistik global
- ketidakpastian makroekonomi yang lebih luas yang memengaruhi permintaan pelanggan
- volatilitas di pasar valuta asing dan pasar keuangan
Saat ini Perseroan tidak memiliki operasi di negaranegara yang terlibat langsung dalam konflik tersebut. Namun, dampak yang lebih luas akibat situasi geopolitik tersebut dapat memengaruhi operasi dan kinerja Perseroan.
Pada tanggal otorisasi atas laporan keuangan ini, tidak memungkinkan untuk mengestimasi secara andal dampak keuangan yang mungkin timbul akibat potensi eskalasi yang tidak dapat diperkirakan dari konflik tersebut pada laporan keuangan konsolidasian Perseroan.
Perseroan akan terus memonitor perkembangan terkait konflik ini dan menilai potensi dampaknya pada periode pelaporan berikutnya.
PROSPEK DAN STRATEGI USAHAIndonesia merupakan pasar yang potensial bagi perkembangan bisnis detergen. Jumlah penduduk yang mencapai sekitar 288 juta jiwa pada tahun 2025 dan dengan tingkat konsumsi detergen per kapita yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara maju merupakan potensi yang besar bagi Perseroan dan entitas anak di masa depan.
Namun besarnya potensi pasar domestik ini juga mengundang kompetisi internasional di pasar Alkylbenzene, dengan masuknya impor Alkylbenzene maupun produk turunannya. Tantangan lainnya bagi Perseroan adalah adanya fluktuasi harga minyak mentah dunia yang sangat mempengaruhi harga bahan baku dan juga harga jual Perseroan, selain faktor supply dan demand.
Selain itu, surfactant berbasis natural (palm oil) sebagai material yang dapat menjadi alternatif bahan baku lain dalam memproduksi detergen merupakan tantangan lainnya.
Menghadapi tantangan-tantangan ini, Perseroan menerapkan strategi antara lain sebagai berikut:
- Berkembang bersama dengan pelanggan dengan menjadikan Perseroan sebagai mitra usaha yang dapat diandalkan;
- Meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memberikan komitmen pada kualitas, kuantitas dan harga yang kompetitif dengan tetap memperhatikan profitabilitas Perseroan;
- Meningkatkan sinergi usaha dengan entitas anak;
- Menjaga kestabilan utilisasi pabrik yang memungkinkan Perseroan untuk mengurangi biaya produksi secara keseluruhan, dan meningkatkan efisiensi konsumsi bahan baku, bahan bakar dan listrik. Hal ini akan dikembangkan melalui optimalisasi operasi pabrik dan penerapan modifikasi proses produksi seiring dengan keahlian teknis pemilik lisensi dan tenaga ahli internal Perseroan.
Meskipun fokus pada potensi pasar domestik, Perseroan juga terus berusaha untuk mencapai posisi yang kuat di pasar internasional, dengan terus memperluas dan menjajaki kesempatan ekspor. Pada tahun 2025 dan 2024, penjualan ekspor Alkylbenzene adalah 16,90% dan 11,60% dari total volume penjualan Alkylbenzene.
Gudang penyimpanan barang yang terletak di Merak, Banten dan Gresik, Jawa Timur siap melayani seluruh pelanggan di Indonesia. Penyediaan armada-armada pengangkutan darat berkapasitas 16 MT sampai dengan 27 MT yang siap mengantar pengiriman barang tepat waktu juga merupakan salah satu daya saing Perseroan untuk membantu kelancaran produksi dan menekan biaya penyimpanan dan pengelolaan persediaan pelanggan.
Di bidang properti, tanah yang siap untuk dikembangkan seluas 1,4 hektar berlokasi tepat di pusat bisnis Jakarta merupakan lokasi yang sangat strategis.
Bermodalkan prospek usaha yang masih terbuka lebar, strategi usaha, keunggulan kompetitif dan pengalaman di bidangnya, Perseroan yakin untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan dan memberikan hasil yang memuaskan bagi para pemangku kepentingan.
KEUNGGULAN KOMPETITIF
UIC adalah produsen tunggal Alkylbenzene di Indonesia yang didukung dengan pengalaman lebih dari empat puluh tahun. Perseroan terus bersaing dengan para produsen luar negeri dalam memberikan harga jual yang kompetitif. Kredibilitas Perseroan untuk menjaga kualitas produk-produknya telah diakui melalui sertifikasi standar mutu internasional ISO 9001:2015 yang diperoleh sejak tahun 2003. Selain itu Perseroan juga telah memperoleh sertifikasi ISO 14001:2015 pada tahun 2004, atas komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pada tahun 2023, Perseroan juga memperoleh sertifikasi standar mutu internasional ISO 45001:2018 untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) dari Lembaga akreditasi AMTIVO.
Sistem pengiriman just-in-time yang diterapkan oleh Perseroan memungkinkan Perseroan untuk memberi pasokan kepada para pelanggannya secara tepat waktu. Kemampuan menerapkan jasa pengantaran tersebut memudahkan pelanggan untuk menekan biaya penyimpanan dan mengelola penggunaan persediaan pelanggan secara lebih efisien..
TARGET PERSEROAN
Target nilai pendapatan konsolidasian tahun 2025 adalah sebesar USD 371,82 juta dengan margin laba bruto sebesar 12,61%. Laba sebelum pajak diharapkan sebesar 7,52% dari nilai pendapatan atau sebesar USD 27,95 juta dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 22,13 juta.
Realisasi yang dicapai pada tahun 2025 menunjukkan nilai pendapatan tercatat sebesar USD 400,56 juta, lebih tinggi sebesar 7,73% dari target 2025. Laba bruto tahun 2025 tercatat sebesar USD 63,20 juta meningkat 34,73% dari laba bruto yang ditargetkan yaitu sebesar USD 46,91 juta. Dengan demikian, laba sebelum pajak penghasilan meningkat sebesar USD 18,56 juta atau 66,39% dari target, menjadi sebesar USD 46,51 juta dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun 2025 meningkat 67,12% dari target 2025 yaitu dari USD 22,13 juta menjadi USD 36,98 juta. Pencapaian realisasi tahun 2025 di atas target terutama berasal dari meningkatnya permintaan pasar.
Dengan asumsi kenaikan volume penjualan 2,54%, kurs stabil dan pertumbuhan ekonomi yang baik, Perseroan menetapkan target pendapatan konsolidasian tahun 2026 sebesar USD 400,84 juta, lebih tinggi 0,07% dibandingkan realisasi pendapatan di tahun 2025. Laba bruto tahun 2026 ditargetkan sebesar USD 67,29 juta, lebih tinggi 6,49% dibandingkan laba bruto 2025. Laba sebelum pajak penghasilan ditargetkan sebesar USD 49,22 juta sedangkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ditargetkan sebesar USD 39,11 juta.
Untuk tahun 2026, Perseroan tidak mempunyai rencana untuk melakukan perubahan struktur permodalan. Perseroan merencanakan pembiayaan internal untuk mendanai peningkatan kapasitas pabrik PACOL di tahun 2026. Untuk kebijakan dividen, Perseroan merencanakan dividen tahun buku 2025 yang akan dibayarkan sebesar ±50% dari laba bersih Perseroan.
ASPEK PEMASARAN
Indonesia merupakan pasar yang potensial bagi perkembangan industri detergen dengan jumlah penduduk yang besar dan konsumsi detergen per kapita yang relatif rendah dibandingkan negara-negara maju. Sebagai produsen tunggal Alkylbenzene di Indonesia dan salah satu produsen Alkylbenzene dengan kapasitas produksi terpasang terbesar dalam satu lokasi di kawasan Asia- Pasifik, Perseroan fokus pada potensi pasar domestik dan menguasai hampir seluruh pangsa pasar dalam negeri. Sebagian besar pelanggan Perseroan adalah produsen detergen terkemuka seperti Wings Group, Unilever, Kao, Sinar Antjol, maupun perusahaan sulfonasi Indo Sukses Sentra Usaha (ISSU) dan Syensqo Manyar.
Perseroan juga terus berupaya mencapai posisi yang kuat di pasar internasional, dengan senantiasa memperluas dan menjajaki kesempatan ekspor. Perseroan mengekspor produknya ke manca negara, seperti: Vietnam, Malaysia, Thailand, Australia, Pakistan, Bangladesh, Jepang, Tiongkok (China), dan Perancis.
Entitas anak Perseroan di Vietnam dan Australia juga memasarkan produknya kepada pelanggan-pelanggan terkemuka seperti Net (Masan Group), Lix, Unilever, My Hao, Colgate, Jalco dan Pax Group. Demikian juga dengan produk PT Petrocentral yaitu Phosphoric Acid Food Grade yang digunakan dalam proses produksi pelanggan terkemuka PT Petrocentral yang di konsumsi oleh pelanggan terkemuka seperti PT Cheil Jedang Indonesia, Sinar Mas Group, Musim Mas Group, Wilmar Group, PT Daesang Ingredient Indonesia dan PT Karya Indah Alam Sejahtera.
KEBIJAKAN DIVIDEN
Kebijakan Dividen Perseroan adalah memberikan tingkat pengembalian yang menarik di mana besarnya dividen disesuaikan dengan keuntungan Perseroan pada tahun buku yang bersangkutan, dengan tidak mengabaikan kebutuhan dan tingkat kesehatan keuangan Perseroan dan tanpa mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham untuk menentukan lain sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku 2024 yang diselenggarakan pada tanggal 20 Mei 2025 memutuskan pembagian dividen tahun buku 2024 sebesar USD 10,39 juta, dengan rasio pembayaran dividen (Dividen Payout Ratio) sebesar 50% dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 20,76 juta. Dividen dibayarkan dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal 16 Mei 2025 yakni IDR 16.535 per USD, atau setara dengan IDR 171,73 Miliar. Dividen dibagikan kepada 383.331.363 saham atau setara dengan IDR 448 per saham dan telah dibayarkan pada tanggal 12 Juni 2025. Keputusan RUPS Tahunan tersebut telah dituangkan dalam Akta Berita Acara RUPS Tahunan Perseroan No. 116 tertanggal 20 Mei 2025 yang dibuat oleh Notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn.
Pada tahun buku 2025, berdasarkan keputusan Rapat Direksi Perseroan No. 01178/0925/UIC-DIR tertanggal 8 September 2025 yang telah disetujui oleh Dewan Komisaris Perseroan dalam keputusan No. 01179/0925/ UIC-KOM tertanggal 26 September 2025, diputuskan Perseroan akan membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar USD 5,01 juta. Dividen dibayarkan dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia tanggal 8 September 2025 yaitu sebesar IDR 16.438 per USD atau setara dengan IDR 82,42 miliar yang dibagikan kepada 383.331.363 saham atau setara dengan IDR 215 per saham. Dividen interim telah dibayarkan pada tanggal 21 Oktober 2025.
Sedangkan berdasarkan RUPS Tahunan tahun buku 2023 yang diselenggarakan pada tanggal 14 Juni 2024 dan telah dituangkan dalam Akta Berita Acara RUPS Tahunan No. 125 tanggal 14 Juni 2024 dibuat oleh Notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., diputuskan Dividen tahun buku 2023 sebesar USD 6,73 juta, dengan rasio pembayaran dividen (Dividen Payout Ratio) sebesar 30% dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk tahun 2023 yang tercatat sebesar USD 22,43 juta. Dividen dibayarkan dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal 12 Juni 2024 yakni IDR 16.295 per USD, dengan total nilai dividen sebesar IDR 109,63 miliar atau setara dengan IDR 286 per saham untuk 383.331.363 saham. Dividen final tahun buku 2023 telah dibayarkan pada tanggal 19 Juli 2024.
-bt26-

